Cara Membaca Doa ijab Qobul Zakat dengan Benar

Alby Zafr

Cara Membaca Doa ijab Qobul Zakat

Cara Membaca Doa ijab Qobul Zakat – ​Doa ijab qobul zakat adalah doa yang dilakukan ketika kita akan membayar ataupun menerima zakat. Doa ini sangat penting untuk dilakukan dengan benar, karena jika kita tidak mengucapkannya dengan benar maka zakat yang kita ambil tidaklah sah. Untuk membaca doa ijab qobul zakat dengan benar, kita perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

Apa Itu Doa Ijab Qobul Zakat?

Doa ijab qobul zakat adalah salah satu doa yang dibaca ketika kita membayar zakat. Doa ini biasanya dibaca saat kita membayar zakat fitrah dibulan suci Ramadhan.

Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan sebagian harta yang Engkau anugerahkan kepada kami untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak untuk menerimanya. Mudah-mudahan amal ibadah zakat aku ini diterima oleh-Mu. Amin.”

Doa ijab qobul zakat ini sangatlah penting untuk dibaca ketika kita akan membayar zakat. Doa ini akan menjadi pemberat amal ibadah kita dan mudah-mudahan Allah SWT akan menambahkan pahala atas amal ibadah kita.

Mengapa Pentingnya Membaca Doa Ijab Qobul Zakat dengan Benar?

​Mendapatkan keberkahan dalam hidup merupakan hal yang diinginkan oleh setiap Muslim. Untuk memperoleh keberkahan, salah satunya dengan menunaikan zakat. Di dalam ajaran Islam, zakat adalah salah satu rukun Islam yang ketujuh dan wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang mampu. Sebagai seorang Muslim, kita dianjurkan untuk melaksanakan zakat fitrah setiap tahun. Pada umumnya, zakat fitrah diwajibkan untuk dibagi saat bulan Ramadhan.

Namun, tidak hanya berpuasa dan mengeluarkan zakat fitrah saja yang perlu kita lakukan agar mendapatkan keberkahan di bulan puasa. Kita juga harus membaca doa ijab qobul zakat dengan benar. Doa ijab qobul zakat adalah doa yang dibaca ketika akan menyerahkan zakat kepada fakir miskin atau musafir.

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah.'” (QS. At-Taubah: 60).

Baca Juga: Bacaan Doa Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri, Keluarga Komplit Dan Penjelasan Tentang Zakat Fitrah

Doa ijab Qobul Zakat

Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“(Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri an nafsi fardhol lillahi ta’aala)”

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah Untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ زَوْجَتِيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“(Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri an zaujati fardhol lillahi ta’aala.)”

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah Untuk Suami

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ زَوْجَيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“(Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri an zauji fardhol lillahi taala)”

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk suamiku fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah Untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ بِنْتِيْ (…..) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“(Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhal lillahi ta’ala)”

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…(ucapkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah Untuk Anak Laki-Laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ وَلَدِيْ (…….) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“(Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhal lillahi ta’ala)”

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku …..(ucapkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri dan Keluarga yang Ditanggung

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“(Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy afaqatuhum syar’an fardhal lillahi ta’ala)”

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan semua orang yang menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah Untuk Orang Lain yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (…..) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“(Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhal lillahi ta’ala)”

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”

Lalu, untuk pihak yang terima zakat untuk ditata atau yang mempunyai hak, disunahkan untuk membaca doa yang memberi zakat dengan doa yang baik. Untuk pelafalan doa yang terima zakat, tidak harus diucapkan bahasa Arab.

Tetapi, juga bisa membaca doa zakat fitrah berikut ini:

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

“(Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran)”

Artinya:

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Pengertian Tentang Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah suatu bentuk ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Muslim sebagai bagian dari kewajiban agama. Sebagai salah satu rukun Islam ketiga, pembayaran zakat memiliki peran penting dalam menyempurnakan ibadah umat Islam. Zakat Fitrah khususnya merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh semua Muslim, tanpa memandang jenis kelamin, usia, atau status sosial, bahkan termasuk bayi yang baru lahir di penghujung bulan Ramadan sebelum matahari terbenam.

Pelaksanaan Zakat Fitrah dilakukan menjelang bulan Syawal atau menjelang perayaan Idul Fitri. Besaran zakat ini setara dengan 2,5 kilogram makanan pokok yang umumnya dikonsumsi di daerah masing-masing. Ketentuan ini didasarkan pada hadis Ibnu Umar ra, yang menyatakan bahwa Rasulullah Saw memerintahkan pembayaran zakat fitrah bulan Ramadan sebanyak satu sha’ kurma atau gandum untuk setiap Muslim merdeka, hamba sahaya laki-laki, atau perempuan (HR. Bukhari Muslim).

Kewajiban membayar Zakat Fitrah ini harus dijalankan tanpa meninggalkannya, dan jika ada kendala atau kesulitan, agama Islam memberikan kemudahan dengan memberikan opsi untuk diwakilkan kepada orang lain. Dengan demikian, pelaksanaan Zakat Fitrah tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga mencerminkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama dalam komunitas Muslim.

Editor: Alby Zafr
Sumber: dari berbagai sumber

Also Read

Bagikan: