Hadist Tentang Gempa Apakah Petanda Kiamat?

Alby Zafr

Hadist Tentang Gempa dan Apakah Petanda Kiamat
Hadist Tentang Gempa dan Apakah Petanda Kiamat

Hadist Tentang Gempa – Gempa bumi, kejadian alam yang seringkali mengejutkan, memiliki akar penyebab yang kompleks. Fenomena ini umumnya terkait dengan pergerakan tektonik lempeng di bawah permukaan bumi. Meskipun dekslarasi, atau pergerakan lempeng, sering dianggap sebagai pemicu utama, ada juga faktor lain yang dapat memicu gempa, termasuk aktivitas vulkanis.

Dikutip albyzafr.com dari Elbalad, Rasulullah SAW menjelaskan tentang tanda-tanda hari kiamat tersebut. Salah satunya memang ialah gempa bumi jika hal tersebut terjadi terus menerus.

Nabi berkata Abu Hurairah RA mendengar:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ

Artinya: Nabi SAW bersabda, “Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, timbul berbagai macam fitnah, Al haraj -yaitu pembunuhan- dan harta melimpah ruah kepada kalian.” (HR. Bukhari).

Dalam hadist lain juga menyebutkan:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَرْطَاةُ بْنُ الْمُنْذِرِ عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ حَبِيبٍ قَالَ سَمِعْتُ مَسْلَمَةَ السَّكُونِيَّ وَقَالَ غَيْرُ مُحَمَّدٍ سَلَمَةَ السَّكُونِيَّ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ قَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ أُتِيتَ بِطَعَامٍ مِنْ السَّمَاءِ قَالَ نَعَمْ أُتِيتُ بِطَعَامٍ قَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ هَلْ كَانَ فِيهِ مِنْ فَضْلٍ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَمَا فُعِلَ بِهِ قَالِ رُفِعَ إِلَى السَّمَاءِ وَقَدْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنِّي غَيْرُ لَابِثٍ فِيكُمْ إِلَّا قَلِيلًا ثُمَّ تَلْبَثُونَ حَتَّى تَقُولُوا مَتَى مَتَى ثُمَّ تَأْتُونِي أَفْنَادًا يُفْنِي بَعْضُكُمْ بَعْضًا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ مُوتَانٌ شَدِيدٌ وَبَعْدَهُ سَنَوَاتُ الزَّلَازِلِ

Artinya : Telah meceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mubarak] telah menceritakan kepada kami [Mu’awiyah bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Arthah bin Al Mundzir] dari [Dlamrah bin Habib] ia berkata saya mendengar Maslamah As Sakuni -menurut ucapan selain Muhammad- [Salamah As Sakuni] ia berkata; Tatkala kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba seseorang berkata; ” Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah kamu diberikan makanan dari langit? Beliau menjawab: Ya aku diberikan makanan. Ia bertanya kembali; “Wahai Nabi Allah Subhanahu wa Ta’ala apakah makanan itu masih tersisa?” Beliau menjawab: “Ya. ” Ia bertanya lagi, apa yang diperbuat padanya? Beliau menjawab: “Telah diangkat kembali ke langit, dan telah diwahyukan kepada saya bahwa saya tidak akan lama lagi tinggal bersamamu, kemudian kamu akan terus hidup sampai kamu berkata; “Kapan, kapan? Lalu kamu datang kepada saya berkelompok-kelompok yang satu sama lain saling menghancurkan, menjelang terjadinya kiamat akan ada kematian yang mengerikan, dan setelahnya datanglah tahun-tahun yang penuh dengan gempa. (HR. Darimi 55).

Selain itu dalam hadist lain menjelaskan:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ حَبِيبٍ أَنَّ ابْنَ زُغْبٍ الْإِيَادِيَّ حَدَّثَهُ قَالَ نَزَلَ عَلَيَّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَوَالَةَ الْأَزْدِيُّ فَقَالَ لِي وَإِنَّهُ لَنَازِلٌ عَلَيَّ فِي بَيْتِي بَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَوْلَ الْمَدِينَةِ عَلَى أَقْدَامِنَا لِنَغْنَمَ فَرَجَعْنَا وَلَمْ نَغْنَمْ شَيْئًا وَعَرَفَ الْجَهْدَ فِي وُجُوهِنَا فَقَامَ فِينَا فَقَالَ اللَّهُمَّ لَا تَكِلْهُمْ إِلَيَّ فَأَضْعُفَ وَلَا تَكِلْهُمْ إِلَى أَنْفُسِهِمْ فَيَعْجِزُوا عَنْهَا وَلَا تَكِلْهُمْ إِلَى النَّاسِ فَيَسْتَأْثِرُوا عَلَيْهِمْ ثُمَّ قَالَ لَيُفْتَحَنَّ لَكُمْ الشَّامُ وَالرُّومُ وَفَارِسُ أَوْ الرُّومُ وَفَارِسُ حَتَّى يَكُونَ لِأَحَدِكُمْ مِنْ الْإِبِلِ كَذَا وَكَذَا وَمِنْ الْبَقَرِ كَذَا وَكَذَا وَمِنْ الْغَنَمِ حَتَّى يُعْطَى أَحَدُهُمْ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَسْخَطَهَا ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِي أَوْ هَامَتِي فَقَالَ يَا ابْنَ حَوَالَةَ إِذَا رَأَيْتَ الْخِلَافَةَ قَدْ نَزَلَتْ الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ فَقَدْ دَنَتْ الزَّلَازِلُ وَالْبَلَايَا وَالْأُمُورُ الْعِظَامُ وَالسَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ إِلَى النَّاسِ مِنْ يَدَيَّ هَذِهِ مِنْ رَأْسِكَ

Artinya : “Telah menceritakan kepada kami [‘Abdur Rahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Mu’awiyah] dari [Dhomroh bin Habib] bahwa [Ibnu Zughbi Al Iyadi] menceritakan kepadanya, ia berkata; [‘Abdullah bin Hawalah Al Azdi] singgah ditempatku, ia berkata padaku; Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam mengutus kami ke seputar Madinah berjalan kaki untuk mencari harta rampasan perang. Kami kembali tanpa mendapatkan apa pun. Beliau melihat keletihan di wajah-wajah kami. Beliau berdiri menghampiri kami lalu bersabda; “Ya Allah! Janganlah Kau serahkan mereka padaku hingga aku lemah, janganlah mereka Engkau telantarkan hingga mereka lemah, jangan serahkan mereka pada orang-orang hingga mereka lebih mementingkan diri mereka sendiri.” Selanjutnya Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Sesungguhnya Syam, Romawi dan Persia -atau Romawi dan Persia- akan ditaklukkan untuk kalian hingga salah seorang dari kalian memiliki unta sekian dan sekian, sapi sekian dan sekian dan kambing sekian dan sekian hingga salah satu diantara mereka diberi seratus dinar lalu ia memarahinya.” “Beliau meletakkan tangan beliau diatas kepalaku lalu bersabda; “Hai Ibnu Hawalah! Bila kau melihat khilafah turun ditanah suci maka telah dekatlah gempa bumi-gempa bumi, bencana, dan hal-hal besar, dan kiamat saat itu lebih dekat pada manusia melebihi tanganku ini dari kepalamu.” (HR. Ahmad).

Pelajaran

Terkait hadist-hadist di atas, gempa bumi memberikan beberapa pelajaran bagi kita, yaitu:

1. Tanda Kiamat Kecil dalam Banyaknya Gempa Bumi

Gempa bumi, sebagai fenomena alam yang sering kali mengejutkan, diyakini oleh sebagian orang sebagai salah satu tanda kiamat kecil. Hal ini dipahami sebagai suatu permulaan yang telah muncul dan terus berkembang, menjadi indikator bahwa kiamat sebenarnya akan datang. Kejadian gempa yang semakin meningkat menjadi refleksi dari peristiwa ini.

2. Peringatan dari Bencana Alam

Bencana gempa bumi bukan hanya sekadar peristiwa alam, tetapi juga sebuah peringatan bagi umat manusia. Kejadian ini seharusnya membuat kita lebih waspada terhadap datangnya hari akhir. Khususnya, ketika tanda-tanda lain mulai muncul, seperti meluasnya dosa, hilangnya ilmu, mendekatnya waktu, godaan yang semakin nyata, dan maraknya pembunuhan. Semua ini menjadi seruan untuk lebih mendekatkan diri kepada kebenaran.

3. Maksud Gempa Bumi yang Berkelanjutan

Menyikapi serangkaian gempa bumi yang terus-menerus, Al-Hafiz Ibn Hajar memberikan pemahaman yang mendalam. Beliau menyatakan bahwa kejadian gempa di banyak negara, baik di Utara, Timur, maupun Barat, bukan hanya sekadar kuantitasnya, tetapi juga merupakan isyarat tentang besarannya dan keberlanjutannya. Artinya, fenomena ini memiliki makna yang mendalam dan terus mengingatkan manusia akan kebesaran Tuhan serta mendukung keyakinan akan adanya hari kiamat.

Dalam keseluruhan konteks ini, gempa bumi bukan hanya sekadar bencana alam, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam sebagai bagian dari perjalanan menuju hari akhir. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merenung atas peringatan yang dihadirkan oleh gempa bumi dan bersiap diri menghadapi masa depan dengan penuh kesadaran akan akhirat.

Pengertian Tentang Gempa

1. Pergerakan Tektonik dan Lempeng Bumi

Gempa bumi sering dipicu oleh pergeseran lempeng tektonik yang terjadi di dalam kerak bumi. Lempeng-lempeng ini, seperti Eurasia, India-Australia, Pasifik, dan Amerika Utara & Selatan, berinteraksi secara kompleks. Gerakan ini dapat diinduksi oleh gaya gravitasi, tekanan, atau tarikan, menyebabkan getaran yang merambat ke permukaan bumi.

2. Varian Lempeng Tektonik

Terdapat sekitar 15 lempeng tektonik aktif yang dapat menyebabkan gempa bumi. Gempa Bumi Sumatra (GGS) merupakan contoh nyata yang sering terjadi dan berpotensi menghasilkan tsunami berbahaya.

3. Peran Aktivitas Vulkanis

Selain pergerakan lempeng, aktivitas vulkanis juga dapat mencetuskan gempa. Erupsi vulkanis dan letusan vulkanis melepaskan energi besar ke permukaan bumi. Gunung berapi yang aktif, sekitar 1.500 di seluruh dunia, dapat menjadi pemicu gempa bumi.

4. Klasifikasi Gempa Bumi

Gempa bumi diklasifikasikan menjadi dua jenis utama: gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik disebabkan oleh pergerakan lempeng, sementara gempa vulkanik terkait dengan aktivitas gunung berapi.

6. Skala dan Kategori Gempa

Dalam kajian seismologi, gempa bumi diukur menggunakan berbagai skala, termasuk skala magnitudo, skala intensitas, dan skala beban gesekan. Skala magnitudo mengukur energi yang terlibat, sementara skala intensitas memberikan gambaran efek di permukaan.

7. Frekuensi dan Kategori Gempa

Gempa bumi dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan frekuensinya: gempa susulan, gempa mungkin, dan gempa pasti. Gempa susulan memiliki peluang tertinggi terjadi.

8. Pandangan Islam tentang Gempa

Dalam Islam, gempa bumi dianggap sebagai tanda kekuasaan Allah dan pertanda akhir zaman. Hadist menyebutkan beberapa tanda kiamat, termasuk gempa, yang akan muncul sebelum hari kiamat.

9. Fungsi Gempa bagi Manusia dan Alam

Meskipun sering dianggap sebagai bencana, gempa memiliki fungsi penting. Gempa dapat menciptakan tanah yang lebih subur, melepaskan mineral baru, dan memberikan manfaat ekologis seperti pembentukan mata air baru dan pertumbuhan hutan.

Gempa bumi, dengan kompleksitasnya, hal ini tetap menjadi misteri alam yang memerlukan pemahaman dan penelitian lebih lanjut.

Baca Juga

Bagikan: