Bacaan Doa Tawassul Ila Hadrotin Nabiyil Mustofa

Alby Zafr

Bacaan Tawassul Ila Hadrotin Nabiyil Mustofa

Doa Tawassul Ila Hadrotin Nabiyil Mustofa adalah doa yang dipanjatkan kepada Rasulullah SAW sebagai perantara untuk mendapatkan keberkahan dan keberhasilan dalam berbagai hal. Doa ini merupakan salah satu doa yang sangat populer di kalangan umat muslim dan sering dibacakan didalam berbagai kesempatan.

Pengertian Doa Tawassul Ila Hadrotin Nabiyil Mustofa

Doa ini biasanya dibaca oleh umat muslim dalam berbagai kesempatan, seperti ketika akan memulai suatu usaha, akan menghadapi ujian atau tantangan, atau ketika ingin memohon perlindungan dari segala bentuk bahaya.

Keutamaan Tawassul

Doa Tawassul Ila Hadrotin Nabiyil Mustofa memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah dapat membantu kita dalam memperoleh keberkahan dan keberhasilan dalam berbagai hal. Selain itu, doa ini juga dapat membantu kita dalam memohon perlindungan dari segala bentuk bahaya.

Cara Membaca Doa Tawassul Ila Hadrotin Nabiyil Mustofa

Berikut ini adalah tata cara membaca doa Tawassul arab dan artinya:

سْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ

اِلَى حَضَرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَاَزْوَا جِهِ وَاَوْلاَ دِهِ وَذُرِّيَّا تِهِ الْفَتِحَةْ…

“Bismillaahirrahmaanir rahiim”

“Ilaahadharatin nabiyyil musthofaa shollallahu ‘alaihi wa sallama, wa aahlihi wa azwajihii wa aulaadihi wa dzurriyyatihi. Al fatihah.” (Dilanjutkan dengan Al-Fatihah)

Artinya :

“Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, kepada yang terhormat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terpilih, kepadanya segenap keluarga para istri dan anak cucu beliau, bacaan al fatihah kami tujukan untuk beliau…” (Dilanjutkan dengan Al-Fatihah)

 

اِلَ حَضَرَاتِ اِخْوَا نِهِ مِنَ الْاَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَاءِ
وَاَلشَّهَدَاءِ وَاَلصَّا لِحِيْنَ وَاَلصَّحَا بَةِوَ التَّا بِعِيّنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَا
مِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَ جَمِيْعِ الْمَلَئِكَةِ الْمُقَرَّ بِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَيْدِ الْقَادِرِا لْجَيْلَا نِى
. ﺷَﺊٌ ﻟِﻠّﻪِ ﺃَﻟْﻔﺎﺗِﺤَﺔْ

 

“īla hādihoretī īẖiwanīhī mīnali ānibīya’ī wali murisīdīna weli ālīyaya washi shuhada’ī washi sholīhīna washi shohābatī wati tabī’īna weli ulama’īli āmīlīna welimushonī yemech’eresha muẖilīshīna we jemī’īli mala īkatīli muk’urobīna kusushoni sayiyīdīna āsī seyidīrīlabiyilabi. Syaiun Lillahi Al-Fatihah.” (Dilanjutkan dengan membaca Surotul Fatihah)

Artinya :

“Kepada yang terhormat para handai taulan dari para nabi dan rasul, para wali, para syuhada’, orang orang saleh, para sahabat, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan kepada segenap malaikat yang mendekatkan diri kepada Allah, terutama kepada penghulu kita syaikh Abdul Qadir Jailani”. Semua apa yang kita lakukan hanyalah karena Allah (Dilanjutkan dengan Al-Fatihah)

ثُمَّ اِلَي حَضَرَاتِ اِخْوَا نِهِ مِنَ الْاَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَاءِ وَاَلشَّهَدَاءِ وَاَلصَّا لِحِيْنَ وَاَلصَّحَا بَةِوَ التَّا بِعِيّنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَا مِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَ جَمِيْعِ الْمَلَئِكَةِ الْمُقَرَّ بِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَيْدِ الْقَادِرِا لْجَيْلَا نِى . ﺷَﺊٌ ﻟِﻠّﻪِ ﺃَﻟْﻔﺎﺗِﺤَﺔْ

 

“tẖumã ạilay ḥaḍarāti ạikẖ̊wā nihi mina ạl̊ạan̊bīāʾi wa ạl̊mur̊salī̊na wāl̊ạaẘlīāʾi wāalsẖãhadāʾi wāalṣãạ liḥī̊na wāalṣãḥā baẗiwa ạltãạ biʿī̃na wāl̊ʿulamāʾi ạl̊ʿā milī̊na wāl̊muṣanĩfī̊na ạl̊mukẖ̊liṣī̊na wa jamī̊ʿi ạl̊malayỉkaẗi ạl̊muqarã bī̊na kẖuṣū̊ṣaⁿạ sayĩdinā ạlsẖãẙkẖi ʿaẙdi ạl̊qādiriạ l̊jaẙlā niy̱. Syaiun Lillahi Al-Fatihah” (Dilanjutkan dengan membaca Surotul Fatihah)

 

Artinya: “Kemudian kepada yang terhormat para handai taulan dari para nabi dan rasul, para wali, para syuhada’, orang-orang saleh, para sahabat, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan kepada segenap malaikat yang mendekatkan diri kepada Allah, terutama kepada penghulu kita syaikh Abdul Qadir Jailani. Semua apa yang kita lakukan hanyalah karena Allah.”

 

اِلَى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَا لْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْ مِنَاتِ مِنْ مَشَارِ قِالْاَرْضِ وَمَغَا رِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِ هَا خُصُوصًا اَبَاءَ نَاوَ اُمَّهَا تِنَا وَاَجْدَا دَنَاوَ جَدَّا تِنَا وَمَشَا يِخَنَا وَمَشَا يِخَ مَشَا يِخِنَا وَاَسَا تَذَةِ اِسَاتِذَ تِنَ (وَحُصُوْصًا اِلَى الرُّحِ …..) وَلَمِنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ . ﺷَﺊٌ ﻟِﻠّﻪِ ﺃَﻟْﻔﺎﺗِﺤَﺔْ

 

“ạilay̱ jamī̊ʿi ạah̊li ạl̊qubū̊ri minā l̊mus̊limī̊na wāl̊mus̊limāti wāl̊mū̊̉ mināti min̊ masẖāri qiạl̊ạar̊ḍi wamagẖā ribihā barĩhā wabaḥ̊ri hā kẖuṣūṣaⁿạ ạabāʾa nāwa ạumãhā tinā wāaj̊dā danāwa jadãạ tinā wamasẖā yikẖanā wamasẖā yikẖa masẖā yikẖinā wāasā tadẖaẗi ạisātidẖa tina (waḥuṣū̊ṣaⁿạ ạilay̱ ạlrũḥi …..) walamini ạj̊tamaʿ̊nā hahunā bisababihi. Syaiun Lillahi Al-Fatihah.” (Dilanjutkan dengan membaca Surotul Fatihah)

Artinya:

“Kepada segenap ahli kubur kaum muslimin laki laki dan perempuan, kaum mukminin laki laki dan perempuan dari timur dan barat, baik yang ada di darat maupun di laut, terutama kepada para bapak dan ibu kami, para nenek laki laki dan perempuan kami, kepada syaikh kami dan syaikhnya syaikh kami, kepada gurunya guru kami, dan kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini. Semua apa yang kita lakukan hanyalah karena Allah.”

Kapan Membaca Doa Tawassul Ila Hadrotin Nabiyil Mustofa

Doa Tawassul dapat dibaca dalam berbagai kesempatan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Ketika hendak memulai suatu usaha atau proyek
  2. Ketika kita Ziarah Kubur (untuk ziarah kubur biasanya disertai Yasin dan Tahlil)
  3. Ketika menghadapi ujian atau tantangan yang berat
  4. Ketika memohon perlindungan dari segala bentuk bahaya
  5. Ketika berdoa untuk memohon rizki yang halal dan berkah
  6. Ketika ingin mendapatkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari

Baca Juga: Cara Membaca Doa ijab Qobul Zakat dengan Benar

Dengan membaca doa ini dengan ikhlas dan penuh keyakinan, kita dapat meraih berbagai keberkahan dan keberhasilan dalam hidup kita. Semoga artikel ini bermanfaat buat pembaca.

Editor: Alby Zafr
Sumber: dari berbagai sumber

Also Read

Bagikan:

Tags