Kejar Pahala Ramadhan yang Terlewat! Ini Niat, Tata Cara, dan Doa Puasa Qadha

Alby Zafr

Kejar Pahala Ramadhan yang Terlewat! Ini Niat Tata Cara dan Doa Puasa Qadha

Puasa Qadha adalah puasa yang dikerjakan oleh umat Muslim untuk menggantikan puasa wajib yang terlewat, terutama puasa Ramadhan yang tidak dapat dilakukan karena alasan tertentu. Jadi, puasa Qadha berperan sebagai pembayaran “hutang” puasa Ramadhan yang belum dilakukan.

Sebagai umat islam, mengejar pahala bukan hanya di bulan Ramadhan, namun bisa kita lakukan diluar bulan tersebut salah satunya Puasa Qadha.

Cara Puasa Qadha yang Benar

Puasa qadha adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan. Berikut adalah cara puasa qadha yang benar:

Bacaan Doa Niat Puasa Qadha

Niat puasa qadha dibacakan pada malam hari sebelum fajar terbit atau sebelum sahur.

Niat Puasa Qadha Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

“Nawāitu shauma ghadin ‘an qadaa’i fardhīs syahri Ramādhana lillahī ta’aāla.”

Artinya:

“Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Penjelasan:
  1. Nawaitu: Saya niat
  2. Shauma: Puasa
  3. Ghadin: Esok hari
  4. ‘An qadaa’i: Untuk mengqadha
  5. Fardhi: Fardhu
  6. Syahri: Bulan
  7. Ramadhaana: Ramadhan
  8. Lillaahi ta’aalaa: Karena Allah Ta’ala
Tata Cara Niat Puasa Qadha:
  • Niat puasa qadha dapat dilakukan pada malam hari sebelum imsak atau pada saat sahur sebelum adzan subuh.
  • Niat dibarengi dengan tekad yang kuat untuk mengqadha puasa yang terlewat.
  • Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat niat puasa qadha:
  • Pastikan Anda yakin bahwa Anda berniat untuk mengqadha puasa Ramadhan.
  • Ucapkan niat dengan jelas dan pelan.
  • Niat dapat dilakukan dalam hati atau diucapkan secara lisan.
Waktu Puasa Qadha:
  • Puasa qadha dapat dilakukan kapan saja di luar bulan Ramadhan, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu:
  • Hari raya Idul Fitri
  • Hari raya Idul Adha
  • Hari tasyrik (tanggal 10, 11, dan 12 Zulhijjah)
  • Hari Jumat bagi yang tidak berpuasa sunnah Jumat
  • Hari Sabtu bagi yang berpuasa sunnah Sabtu

Bacaan Doa setelah selesai puasa qadha atau Niat saat Berbuka Puasa Qadha

Niat Buka Puasa Qadha Ke-1

Arab:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin:

“Dzahābadh dhoma-u wabtalātil uruqu wa tsabātal ajru insyaā-allah.”

Artinya:

“Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat Buka Puasa Qadha Ke-2

Arab:

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin:

“Allahumma lakāsumtu wabika aāmantu wa’alaā rizqīka afthortu birahmātika yaā arhāmar-roohimiīn.”

Artinya:

“Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmatMu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih,” (HR Bukhari dan Muslim).

Tips Menjalankan Puasa Qadha:

  1. Niatlah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.
  2. Perbanyak amalan ibadah lainnya seperti sholat, zikir, dan membaca Al-Qur’an.
  3. Menjaga kesehatan dengan makan sahur yang bergizi dan berbuka dengan makanan yang ringan.
  4. Hindari aktivitas yang berat saat berpuasa.
  5. Perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi.

Waktu terbaik untuk puasa qadha dan Syarat sah puasa qadha

Waktu Terbaik untuk Puasa Qadha:

Sebelum Ramadhan Berikutnya: Ini yang paling dianjurkan oleh mayoritas para ulama. Maksudnya melunasi hutang puasa sebelum Ramadhan tahun depan tiba. Ini untuk menghindari penundaan dan segera menyelesaikan kewajiban kita.

Syarat Sah Puasa Qadha:

  • Islam: Beragama Islam.
  • Baligh (Akil): Sudah akil baligh, yaitu sudah memasuki usia pubertas.
  • Berakal Sehat: Tidak sedang dalam keadaan gila atau mabuk.
  • Suci dari Haid dan Nifas: Bagi perempuan, sedang suci dari haid dan nifas.
  • Niat: Membaca niat puasa qadha sebelum fajar terbit.
  • Menahan Diri: Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri, dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Ccatatan penting:

Puasa qadha tetap sah boleh dilakukan kapan saja di luar bulan Ramadhan, kecuali pada hari-hari yang dilarang puasa, yaitu:

  • Idul Fitri (1 Syawal)
  • Idul Adha (10 Dzulhijjah)
  • Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)
  • Puasa sunnah sendirian di hari Jumat (boleh diganti puasa Sabtu atau Kamis di minggu yang sama)

Hal-hal yang Membatalkan Puasa Qadha dan Solusinya

Perlu diingat, hal yang bisa membatalkan puasa qadha tanpa alasan syar’i hukumnya haram dan berdosa.

Berikut hal-hal yang membatalkan puasa qadha dan solusinya:

1. Makan dan Minum dengan Sengaja

Solusi: Qadha puasa di hari lain dan tidak wajib membayar kafarat.

2. Muntah di Sengaja

Solusi: Qadha puasa di hari lain dan tidak wajib membayar kafarat.

3. Keluarnya Mani (Air Mani) dengan Sengaja

Solusi: Qadha puasa di hari lain dan wajib membayar kafarat.

4. Berhubungan Suami Istri

Solusi: Qadha puasa di hari lain dan wajib membayar kafarat.

5. Keluarnya Darah Haid atau Nifas

Solusi: Qadha puasa di hari yang dilewati karena haid atau nifas, dan tidak perlu membayar kafarat.

6. Murtad

Solusi: Kembali beragama Islam dan qadha puasa yang ditinggalkan.

7. Gila atau Mabuk

Solusi: Qadha puasa di hari yang ditinggalkan setelah kembali sadar.

8. Kewajiban Berbuka Puasa (Sakit, Safar, dan Haid):

Solusi: Qadha puasa di hari yang ditinggalkan.

Catatan:

Terkait dengan kafarat untuk puasa qadha yang dibatalkan dengan sengaja berbeda-beda tergantung jenis pelanggaran yang kita lakukan.

Apa Itu Kafarat?

Kafarat adalah cara untuk mengganti dosa-dosa yang disengaja, terutama saat melaksanakan puasa wajib selama bulan Ramadan. Ini seperti denda yang harus kita bayar karena melakukan pelanggaran saat berpuasa. Tujuannya adalah agar kesalahan tersebut tidak menjadi beban dosa bagi kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Tips:
  • Hindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa qadha.
  • Tetap fokus dan khusyuk saat menjalankan puasa qadha.
  • Perbanyak doa dan memohon agar kita tetap istiqamah kepada Allah SWT.

Tujuan Keutamaan puasa qadha dan manfaatnya

Keutamaan Puasa Qadha:
  1. Melunasi Kewajiban: Ini adalah keutamaan yang paling utama. Puasa qadha adalah cara untuk melunasi hutang puasa Ramadhan yang tertinggal karena adanya udzur (halangan syar’i).
  2. Memberikan Syafaat di Hari Kiamat: Hadits Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang berpuasa qadha akan mendapatkan syafaat di hari kiamat [Hadith sahih].
  3. Diampuni dan Mendapat Pahala Besar: Dengan menjalankan puasa qadha, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kecil yang lalu dan memberikan pahala yang besar. [Hadith shahih]
  4. Menjadi Perisai dari Api Neraka: Hadits lain menyebutkan bahwa puasa adalah perisai dari api neraka [Hadith shahih].
  5. Alasan Masuk Surga: Puasa qadha bisa menjadi salah satu alasan seseorang masuk surga karena telah menjalankan kewajibannya dengan baik.
Manfaat Puasa Qadha:
  1. Meningkatkan Ketakwaan: Melalui puasa qadha, kita belajar untuk lebih taat kepada Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Melatih Kesabaran: Puasa qadha melatih kesabaran dalam menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
  3. Membersihkan Jiwa dan Raga: Seperti puasa pada umumnya, puasa qadha juga dapat membersihkan jiwa dan raga dari hal-hal yang negatif.
  4. Membawa Kebahagiaan dan Keberkahan: Menjalankan ibadah dengan ikhlas, termasuk puasa qadha, dapat membawa kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup.
  5. Menyempurnakan Ibadah Ramadhan: Dengan qadha, kita bisa menyempurnakan ibadah Ramadhan yang sebelumnya tertinggal.

Tips Agar Mudah Menjalankan Puasa Qadha

1. Sertakan dengan Niat yang Kuat dan Persiapan Matang

Niatkan dengan sungguh-sungguh untuk menjalankan puasa qadha, serta rencanakan jadwal puasa qadha yang realistis dan sesuai kemampuan Anda.

2. Fokus Sahur dan Berbuka Sehat
  • Sahurlah sebelum fajar terbit dengan makanan bernutrisi dan mengenyangkan.
  • Berbukalah saat tiba adzan magrib tiba dengan makanan dan minuman manis secukupnya. Kalau bisa diawali makan buah Kurma.
  • Perbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka puasa, serta di sela waktu jika tidak batal.
3. Jaga Stamina dan Ibadah Pendukung
  • Tidur cukup agar tidak lemas saat berpuasa.
  • Kurangi aktivitas fisik berat yang berlebihan.
  • Perbanyak membaca Al-Quran, berdzikir, dan shalat sunnah untuk meningkatkan semangat ibadah.
4. Hindari Pembatal Puasa
  • Jauhi hal-hal yang bisa membatalkan puasa seperti makan, minum dengan sengaja, dan berkata bohong.
  • Sibukkan diri dengan aktivitas positif agar terhindar dari godaan yang membatalkan puasa.
  • Cari Dukungan dan Motivasi:
  • Ajak teman atau keluarga untuk berpuasa qadha bersama.
  • Ingatkan diri sendiri tentang keutamaan dan manfaat puasa qadha.
  • Berikan sedekah sebagai bentuk motivasi dan pemberkahan.

Hal tersebut berlaku saat kita menjalankan puasa wajib saat bulan Ramadhan maupun saat kita menjalan puasa sunnah.

Puasa Qadha: Melunasi Kewajiban, Meraih Keutamaan

Bulan Ramadhan telah berlalu, namun bagi sebagian umat Islam, masih ada kewajiban yang tertinggal, yaitu puasa Ramadhan yang belum terlaksana karena udzur syar’i. Untuk melunasi kewajiban tersebut, mereka perlu melaksanakan puasa qadha.

Pengertian dan Hukum Puasa Qadha

Puasa qadha adalah puasa yang dilakukan di luar bulan Ramadhan untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan karena suatu halangan yang dibenarkan syariat. Hukum melaksanakan puasa qadha adalah wajib bagi setiap muslim yang memiliki hutang puasa Ramadhan.

Waktu Terbaik Melaksanakan Puasa Qadha

Waktu terbaik untuk melaksanakan puasa qadha adalah sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Hal ini sesuai dengan pendapat mayoritas ulama, termasuk Imam Syafi’i, Maliki, dan Hanbali.

Namun, jika belum sempat mengqadha sebelum Ramadhan berikutnya, puasa qadha tetap sah dilakukan kapan saja, bahkan di bulan-bulan yang diharamkan untuk puasa sunnah, seperti bulan Syawal dan Dzulhijjah.

Syarat Sah Puasa Qadha

Agar puasa qadha sah, harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:

  1. Islam: Beragama Islam
  2. Baligh (Akil): Sudah akil baligh, yaitu sudah memasuki usia pubertas
  3. Berakal Sehat: Tidak sedang dalam keadaan gila atau mabuk
  4. Suci dari Haid dan Nifas: Bagi perempuan, sedang suci dari haid dan nifas
  5. Niat: Membaca niat puasa qadha sebelum fajar terbit
  6. Menahan Diri: Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri, dari terbit fajar hingga terbenam matahari
  7. Keutamaan dan Manfaat Puasa Qadha

Menjalankan puasa qadha bukan hanya melunasi kewajiban, tetapi juga memberikan banyak keutamaan dan manfaat, di antaranya:

  • Melunasi Kewajiban dan Mendapat Pahala: Melunasi hutang puasa Ramadhan dan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.
  • Meningkatkan Ketakwaan: Melatih ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya.
  • Membersihkan Jiwa dan Raga: Menyucikan diri dari dosa dan kesalahan dengan menahan diri dari hawa nafsu.
  • Memperoleh Syafaat di Hari Kiamat: Mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di hari kiamat.
  • Menemukan Kebahagiaan dan Keberkahan: Merasakan kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup dengan menjalankan ibadah dengan ikhlas.

Tips Mudah Menjalankan Puasa Qadha

Berikut beberapa tips agar mudah menjalankan puasa qadha:

  1. Niat Kuat dan Persiapan Matang: Niatkan dengan sungguh-sungguh dan rencanakan jadwal puasa qadha yang realistis.
  2. Fokus Sahur dan Berbuka Sehat: Sahurlah sebelum fajar terbit dengan makanan bernutrisi dan mengenyangkan. Berbukalah saat magrib tiba dengan makanan dan minuman manis secukupnya. Perbanyak konsumsi air putih.
  3. Jaga Stamina dan Ibadah Pendukung: Tidur cukup, kurangi aktivitas fisik berat, perbanyak membaca Al-Quran, berdzikir, dan shalat sunnah.
  4. Hindari Pembatal Puasa: Jauhi hal-hal yang bisa membatalkan puasa dan sibukkan diri dengan aktivitas positif.
  5. Cari Dukungan dan Motivasi: Ajak teman atau keluarga, ingatkan diri tentang keutamaan dan manfaat puasa qadha, dan berikan sedekah.
  6. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda dalam menjalankan puasa qadha dengan penuh khusyuk dan keikhlasan.

Demikian artikel ini tentang Puasa Qadha, Al fakir, mohon jika ada sebuah kata-kata yang salah dalam penulisan atau kata, sumber ilmu dari apa yang di pernah dipelajari saat waktu dipesantren. Semoga bermanfaat!

“Agar tidak kehilangan informasi terbaru dari saya, jangan lupa follow Google News.”

Baca Juga

Bagikan: